Senin, 04 Maret 2013

pedoman untuk perawat


PEDOMAN UNTUK PERAWAT



NO
MATERI
URAIAN
KETERANGAN
1
Pembuatan Larutan Saflon 0,2 %
Rumus :
m1. V1 = m2. V2


Jika dibuat larutan saflon 0,2 % sebanyak 100 ml dengan sediaan larutan 20 %.
Ditanyakan berapa cairan saflon yang diperlukan ?
Jawab :
20 %. V1 = 0,2 %. 100
V1 = 0,2 %. 100 = 1 ml (jml saflon)
              20 %
Jumlah aquadest/ air yang diperlukan adalah:
V2 – V1 = 100 – 1 = 99 ml
2
Balance cairan infuse
Balance Cairan

Pemasukan                                 Penggunaan
V. Infuse + Air Metabolisme  =  V. Urine + Penguapan
( X  ml   + 200 ml)                = (Y ml       + 900 ml)
V Infuse = V Urine   + 700 ml 

 Rumus Balance Cairan:
CM                   - CK                   - IWL
     (Cairan Masuk  - Cairan Keluar - Penguapan/ IWL

Rumus IWL
 15 X BB X JAM KERJA) / 24 JAM

 Rumus IWL kenaikan Suhu Tubuh
[(10% X CM) X jumlah kenaikan suhu] / 24 JAM + IWL Normal

Air Metabolisme;
Air yg dihasilkan tubuh melalui  pembakaran nutrient

Penguapan/ Insensible Evaporation/ IWL (Insensible Water Loss):
Kehilangan air melalui penguapan dari kulit atau keringat

3
Menghitung Tetesan Infus
Cara Menghitung Tetesan infuse
Ttsn/mnt = {keb.cairan (CC) /waktu (jam) }x{ ttsn dasar/60(detik)}
 
{keb.cairan (cc) / Waktu (jam)} x 1/3 makro, 1/1 mikro

Mikro = 60 tetes / 1 cc,  Makro = 20 tetes / 1 cc
Contoh:
Cairan 250 cc dgn kecepatan 20 tts / menit,. berapa jam habisnya cairan
Jawab:
250 cc x 1/3 = 20 tts à(250 x 1) / (20 x 3) = 4,116 jam
4
Rumus Perhitungan Darah untuk Tranfusi
Rumus :
Hb normal – Hb pasien = hasil > hasil x BB x jenis darah
Keterangan :
Hb normal  = Hb yang diharapkan atau Hb normal
Hb pasien   = Hb pasien saat ini
Hasil           = hasil pengurangan Hb normal dan Hb pasien
Jenis darah = darah yang dibutuhkan = PRC dikalikan 3 ,      = WB dikalikan 6
5
Rumus Perhitungan Koreksi Hipokalemi pada anak
Koreksi cepat
Yang dibutuhkan = ( Jml K x BB x 0,4 ) + ( 2/6 x BB )
Diberikan dalam waktu 4 jam
Maintenance : 5 x BB x 2/6
Diberikan dalam 24 jam
Keterangan :
Jml K = nilai yg diharapkan ( 3,5 ) – nilai hasil kalian (x)
6
Perhitungan Volume Urine Bayi
Berat jenis urine normal: 1,01 - 1,03
Berat jenis air: 1
Berat popok kering: 10 - 20 gr
Berat bedong flannel kering: 130 gr
Berat bedong katun kering: 120 gr

Berat (gr)
URINE (Cc)
Popok + Urin
Bedong flannel + Urine
Bedong katun + Urine
20
140
130
5 cc
30
150
140
10 cc
35
155
145
15 cc
40
160
150
20 cc

7
Perhitungan dosis
·        Rumus Perhitungan Dopamin

Dopamin ;
1 ampul = 10 cc = 200 mg , 1 mg = 1000 mikrogram
Rumus factor pengencer :  200.000 = 4000
                                                 50cc
Rumus:
Dosis x BB x jam (menit ) = hasil
           4000
Atau rumus langsung :
Dosis x BB x 60 x 50 = hasil
          200.000

·        Rumus Perhitungan Dobutamin

Dobutamin ;
1 ampul = 5 cc = 250 mg , 1 mg = 1000 mikrogram
250 mg = 250.000 mikrogram

Rumus factor pengencer:  250.000 = 5000
                                                     50cc
Rumus :
Dosis x BB x jam (menit ) = hasil
             5000
Atau rumus langsung :
Dosis x BB x 60 x 50 = hasil
          250.000
Rumus diatas digunakan untuk pemberian dopamine dan dobutamin dengan menggunakan syringe pump.

Rumus pemberian Dopamin dan Dobutamin dalam kolf / drip
Rumus : = 200.000 = 400
                     500
              = Dosis x BB x jam ( menit )
                              400
              = hasil sesuai makro drip / mikrodrip
·        Rumus Perhitungan  Nitrocyne

1 ampul = 10 cc , 1 cc = 1 mg, 1 ampul = 10 mg
Dosis yang digunakan dalam cc ( microgram )
jadi 1 ampul = 10.000 mikrogram
Rumus : Dosis x 60 x pengencer = hasil
                             10.000
·        Rumus Perhitungan Isoket

1 ampul = 10 cc , 1 ampul = 10 mg , 1mg = 1cc
Isoket atau Cedocard diberikan sesuai dosis yang diberikan oleh dokter.


8
Tingkat Kesadaran
1. Kompos Mentis
    Sadar penuh dan keadaan normal
2. Somnolen
Keadaan mengantuk dan kesadaran dapat pulih bila dirangsang, ditandai dengan mudahnya klien dibangunkan, mampu memberi jawaban verbal dan menangkis rangsangan nyeri
3. Sopor
Kantuk dalam, klien dapat dibangunkan dengan rangsangan yang kuat, namun kesadaran segera menurun, klien dapat melaksanakan instruksi singkat dan masih terlihat gerakan spontan dengan rangsangan nyeri, klien tidak dapat dibangunkan dengan sempurna, jawaban verbal tidak ada, tangkisan nyeri masih baik
4. Koma Ringan/ Semi Koma (Soporo-comatus)
Tidak ada respon verbal, reflek masih baik, gerakan timbul saat ada rangsang nyeri dan tidak terorganisir, tidak dapat dibangunkan.
Kesadaran adalah derajat hubungan antara Hemispherium Cerebri dengan Retikular Activiting System (di bagian atas batang otak )
9
Glasgow Coma Scale
GCS  dinilai berdasarkan respon terhadap rangsang/ komando verbal dan rangsang nyeri.

NO
RESPON
SCORE
SCORE PASIEN
1
Respon membuka mata
·        Spontan
4
·        Terhadap Suara
3
·        Terhadap Nyeri
2
·        Nihil
1
2
Respon Verbal
Orientasi baik
5
Jawaban ngaco (confused)
4
Mengeluarkan kata yang tidak jelas
3
Asal bersuara
2
Nihil
1
3
Respon Motorik
Mengikuti perintah
6
Melokalisir nyeri
5
Menghindari rangsang nyeri
4
Fleksi Abnormal
3
Ekstensi
2
Nihil
1
Jumlah

Jumlah minimal 3 dan jumlah maksimal 15
Keadaan : Skor ≤ 7   : Coma,  Skor ≥ 9 : Tidak coma  

10
Refleksiologi
q Reflek kornea
Dengan cara menyentuhkan kapas pada limbus, hasil positif bila mengedip  (N IV & VII )
 Reflek faringq
Faring digores dengan spatel, reaksi positif bila ada reaksi muntahan ( N IX & X )
 Reflek Abdominalq
Menggoreskan dinidng perut dari lateral ke umbilicus, hasil negative pada orang tua, wanita multi para, obesitas, hasil positif bila terdapat reaksi otot
q Reflek Kremaster
Menggoreskan paha bagian dalam bawah, positif bila skrotum sisi yang sama Naik / kontriksi ( L 1-2 )
q Reflek Anal
Menggores kulit anal, positif bila ada kontraksi spincter ani ( S 3-4-5 )
q Reflek Bulbo Cavernosus
Tekan gland penis tiba-tiba jari yang lain masukkan kedalam anus, positif bila kontraksi spincter ani (S3-4 / saraf spinal )
q Reflek Bisep ( C 5-6 )
q Reflek Trisep ( C 6,7,8 )
q Reflek Brachioradialis ( C 5-6 )
q Reflek Patela ( L 2-3-4 )
q Reflek Tendon Achiles ( L5-S2)
q Reflek Moro
Reflek memeluk pada bayi saat dikejutkan dengan tangan
q Reflek Babinski
Goreskan ujung reflak hammer pada lateral telapak kaki mengarah ke jari, hasil positif pada bayi normal sedangkan pada orang dewasa abnormal ( jari kaki meregang / aduksi ektensi )
q Sucking reflek
Reflek menghisap pada bayi
q Grasping reflek
Reflek memegang pada bayi
q Rooting reflek
Bayi menoleh saat tangan ditempelkan ke sisi pipi

11
Reflek Patologis
q Reflek Hoffman – Tromer
Jari tengah klien diekstensikan, ujungnya digores, positif bila ada gerakan fleksi pada Jari lainnya
 Reflek Jawq
Kerusakan kortikospinalis bilateral, eferen dan aferennya nervous trigeminus, dengan mengertuk dagu klien pada posisi mulut terbuka, hasil positif bila mulut terkatup
q Reflek regresi
Kerusakan traktus pirimidalis bilateral / otak bilateral
q Reflek Glabella
Mengetuk dahi diantara kedua mata, hasilnya positif bila membuat kedua mata klien tertutup
q Reflek Snout
Mengutuk pertengahan bibir atas, positif bila mulutnya tercucur saliva
q Reflek sucking
Menaruh jari pada bibir klien, positif bila klien menghisap jari tersebut
q Reflek Grasp
Taruh jari pada tangan klien, positif bila klien memegangnya
q Reflek Palmomental
Gores telapak tangan didaerah distal, positif bila otot dagu kontraksi
q Reflek rosolimo
Ketuk telapak kaki depan, positif bila jari kaki ventrofleksi
q Reflek Mendel Bechterew
Mengetuk daerah dorsal kaki2 sebelah depan,positif bila jari kaki ventrofleksi
q Tes rangsang meningeal
q Nuchal rigidity
Klien tanpa bantal fleksikan leher ke lateral, lalu fleksikan leher mendekati dagu, hasil positif bila ada tahanan dan nyeri
q Kernig
Fleksikan panggul dengan sudut 90 derajat, ekstensikan tungkai bawah pada persendian lutut, positif bila ada tahanan dan rasa sakit sebelum mencapai
ekstensi maksimal
q Brudzinski I,II
Bila pada saat fleksi leher lutut ikut fleksi juga brudzinski I positif, brudzinski II : satu tungkai lain diekstensikan pada persendian panggul, tungkai lain diekstensikan, positif bila tungkai yang ekstensi ikut fleksi

12
12 Benar Prinsip Pemberian Obat

NO
PRINSIP PEMBERIAN OBAT
1
2
3
4
5
6
7

8
9
10
11
12
Benar Klien
Benar Obat
Benar Dosis Obat
Benar Waktu Pemberian
Benar Cara Pemberian (rute)
Benar Pendokumentasian
Benar pendidikan kesehatan perihal medikasi klien
Hak klien untuk menolak à Informed concent
Benar pengkajian
Benar evaluasi
Benar reaksi terhadap makanan
Benar reaksi dengan obat lain

13
Pain Management   (Manajemen Nyeri)
Definisi : mengurangi nyeri dan menurunkan tingkat nyeri yang dirasakan pasien
Intervensi:
NO
Manajemen  Nyeri
1


2


3
4
5

6

7

8
9

10

11
12
13
14
15

16
Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien
Kaji kultur yang mempengaruhi respon nyeri
Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau
Evaluasi bersama pasien dan tim kesehatan lain tentang ketidakefektifan kontrol nyeri masa lampau
Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan dukungan
Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan
Kurangi faktor presipitasi nyeri
Pilih dan lakukan penanganan nyeri (farmakologi, non farmakologi dan inter personal)
Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi
Ajarkan tentang teknik non farmakologi
Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri
Evaluasi keefektifan kontrol nyeri
Tingkatkan istirahat
Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dan tindakan nyeri tidak berhasil
Monitor penerimaan pasien tentang manajemen nyeri

14

Penilaian
Cara menilai
P : Provokatif
Apa kira-kira Penyebab timbulnya rasa nyeri...? Apakah karena terkena ruda paksa / benturan..? Akibat penyayatan..? dll.
Q : Qualitas /        Quantitas
Seberapa berat keluhan nyeri terasa..?. Bagaimana rasanya..?. Seberapa sering terjadinya..? Ex : Seperti tertusuk, tertekan / tertimpa benda berat, diris-iris, dll.
R :
Region /       Radiasi
Lokasi dimana keluhan nyeri tersebut dirasakan / ditemukan..? Apakah juga menyebar ke daerah lain / area penyebarannya..?
S :
Skala      Seviritas
Skala kegawatan dapat dilihat menggunakan GCS ( Baca : Cara Mengukur GCS (Glasgow's Coma Scale) ) untuk gangguan kesadaran, skala nyeri / ukuran lain yang berkaitan dengan keluhan
T : Timing
Kapan keluhan nyeri tersebut mulai ditemukan / dirasakan..? Seberapa sering keluhan nyeri tersebut dirasakan / terjadi...? Apakah terjadi secara mendadak atau bertahap..? Acut atau Kronis..?
15
Skala Intensitas Nyeri dan Tipe Nyeri

Skala
Keterangan
Tipe nyeri
10
Sangat dan tidak dapat dikontrol oleh klien.
Tipe nyeri sangat berat
9,8,7
Sangat nyeri tetapi masih dapat dikontrol oleh klien dengan aktifitas
Tipe nyeri berat
6
Nyeri seperti terbakar atau ditusuk-tusuk
Tipe nyeri sedang
5
Nyeri seperti tertekan atau bergerak.
4
Nyeri seperti kram atau kaku
3
Nyeri seperti perih atau mules
Tipe nyeri ringan
2
Nyeri seperti perih atau mules
1
Nyeri seperti gatal, tersetrum atau nyut-nyutan
0
Tidak ada nyeri.


16
Daftar Nilai Kekuatan Otot
Kekuatan otot dinilai dengan angka 0 (nol) sampai 5 (lima) :

Skala
Keterangan
0
Otot sama sekali tidak mampu bergerak, tampak  berkontraksi, bila lengan/ tungkai dilepaskan, akan jatuh 100% pasif.
1
Tampak kontraksi atau ada sedikit gerakan dan ada tahanan sewaktu jatuh.
2
Mampu menahan tegak yang berarti mampu menahan gaya gravitasi (saja), tapi dengan sentuhan akan jatuh
3
Mampu menahan tegak walaupun sedikit didorong tetapi tidak mampu melawan tekanan/ dorongan dari pemeriksa
4
Kekuatan kurang dibandingkan sisi lain
5
Kekuatan utuh.
17
Skor Triage

NO
PENILAIAN
SKORE
A
USAHA BERNAFAS
Normal
0
Dangkal
2
Retraksi
2
Tak ada
3
B
KAPILER
Cepat ( < 2” )
0
Lambat ( > 2 ” )
2
C
SUSUNAN SYARAF PUSAT
(Refleks membuka mata)
Spontan
0
Terhadap suara
1
Terhadap Nyeri
2
Tak ada
3
D
VERBAL/ REAKSI BICARA
Baik
0
Kacau
1
Tak sesuai
2
Tak dapat dipahami
3
Tak ada reaksi
E
REAKSI MOTORIK
(Pada perintah nyeri)
Sesuai perintah
0
Dengan Tarikan
1
Fleksi
2
Ekstensi
3
Tanpa reaksi
4

Jumlah................................, T......................., N...................

18
Klasifikasi diare dan Disentri

· Ada dehidrasi
· Tanpa dehidrasi
· Darah dalam tinja
· Diare persisiten berat
· Diare persisten
· Disentri
19
Klasifikasi demam (Daerah Resiko tinggi Malaria)

 Ada tanda bahaya umum / kaku kuduk·
· Demam lebih dari 37,5 C
· Penyakit berat dengan demam
· Malaria
20



Malaria (Daerah resiko Rendah Malaria)

· Ada tanda bahaya umum / kaku kuduk
· Tidak ada pilek, campak dan penyebab lain dari demam
· Ada plek campak dan penyebab lain dari demam
· Penyakit berat dengan demam
· Malaria


· Demam mungkin bukan malaria
21







Kalsifikasi demam untuk campak

·         Ada tanda bahaya umum, kekeruhan pada kornea, luka di mulut dalam dan luas·
·         Mata bernanah/luka di mulut·

·         Terdapat campak/ 3bln terakhir·
 Campak dengan komplikasi bearat·


 Campak dengan komplikasi pada mulut / mata·
 Campak·

Catt : semua anak yang campak harus mendapat vitamin A
22
Klasifikasi Demam untuk Demam Berdarah

·        · Ada tanda syok : ekstremitas teraba dingin dan nadi lemah/tidak teraba, muntah bercampur darah/seperti kopi, berak berwarna hitam, perdarahan dari hidung atau gusi berat, bintik perdarahan dikulit dan uji tournikuet (+), sering muntah ,tanpa diare
·         
·        · Nyeri ulu hati, gelisah, bintik perdarahan dikulit(-)
·        · Tidak ada satupun gejala diatas ada penyebab lain dari demam
·        · Demam berdarah
·         
·         
·         
·         
·         


·         Mungkin demam berdarah·
·         
·        · Demam mungkin bukan demam berdarah

23
Klasifikasi Status Gizi

·Badan tampak sangat kurus, bengkak pada kedua kaki, telapak tangan pucat
· Telapak tangan agak pucat, BB sangat rendah
· BB tidak BGM dan tidak ditemukan tanda lain dari malnutrisi dan anemia
· Gizi buruk/ anemia berat

· BGM, dan atau anemia

· Tidak BGM dan tidak anemia
24
Pemasangan elektroda
Merah   = lengan kanan
Kuning = lengan kiri
Hijau    = tungkai kanan
Hitam   = tungkai kiri

Pembacaan EKG
0 kotak kecil = 0,04 detik
laju QRS frekuensi 60 – 100 x mnt,
kurang dari 60= bradikardi, lebih dari 60 = takikardi

Gelombang Normal
P  = Tegak (+), di I, II, AVL, V2-6 dan terbalik di AVL,  
        mungkin terbalik di III, AVL,V1
Q = q kecil di I, II, AVF, V4-6, durasi 0,03 detik tinggi ¼
       R,ukuran bervariasi di AVR
    = Q besar dengan durasi 0,4 detik di III, abnormal di AVF
       dan III ( harus diagnosa), Q besar di AVL normal
       QS = Semua negative kecuali di V1-2
R = Terbesar di I, V4-6
S = S dominant di V1-3, keciol dan progresif di V3-6,S
       mungkin ditemukan di I,II
T = Tegak di I, II, AVF, V2-6 terbalik di AVR, mungkin
        terbalik di III, AVL,V1
U = Tidak terlihat, sering terlihat terbalik di V2-4
Gelombang EKG Patologi
· HYPERTROPI  ATRIUM KIRI
    P lebar, tegak dan bertakik di V4-6
· HYPERTROPI  ATRIUM KANAN 
    P tinggi > 2,5 mm, runcing di II,III, AVF
· HYPERTROPI  VENTRIKEL KIRI 
    R(I) dan S(III) . 2,6 mm, R pada AVL > 11 mm, R pada
    V1-5 > 52,6 mm, S pada V1+R pada V5 atau V6>3,5 mm,
    depresi ST, inverse 1, interval QRS antara 0,1 – 0,12




· HYPERTROPI VENTRIKEL KANAN 
    R tinggi di V1 > 5 mm,R:s pada V1>1mm, depresi ST, T
    terbalik pasa V1-3
· ISKEMIA MIOKARD
    Depresi ST . 1mm, horizontal dan menurun
· INFARK MIOKARD 
    Elevasi ST > 1mm, T besar dan tegak lurus, setelah 1-3
    hari T terbalik dan timbul Q yang abnormal yang
    menandakan infark transient, durasi Q <0,04>
    Anterior kelainan di sandapan V2-4
    Inferior kealinan di AVF
    Lateral kelainan pada I, V6
    Posterior kelainan jika R yang tinggi, T tegak pada V1-2
· PERIKARIDTIS 
    Elevasi ST di semua sadapan kecuali AVR,AVL,V1,V2
    dan T terbalik
· HIPERKALEMIA
    T tinggi ramping dan runcing, P hilang, QRS melebar,  
    takikardi ventrikel
· HYPOKALEMIA
    Depresi ST, T rendah, U besar di V2-4, U:T rasio > 1,0 mm
· HYPERKALSEMIA
    Interval Q-T memendek, T terdapat pada akhir QRS
· HYPOKALSEMIA
    ST,QT memanjang
25
Cairan Cerebrospinal
Komposisi : jernih, tak berwarna, tak berbau, terdiri atas : Air, protein, O2, elektrolit, CO2, glukosa, tekanan normal 60 –180 H2O, diproduksi perhari 500 mL, cairan pada orang dewasa yang bersirkulasi 125 – 150 mL

PCO2
HCO3
KALSIUM
KLORIDA
KREATININ
GLUKOSA
SGOT
LDH
MAGNESIUM
FOSFAT
PROTEIN
LUMBAL
SISTERNAL
VENTRIKULER
KALIUM
NATRIUM
ASAM URAT
SEL
7,31
47,9 mmHg
22,9 meq / l
2,32 Meq/l
113 – 127 Meq/l
0,4 –1,5 mg%
54 – 80 mg %
0 – 19 unit
8 – 50 unit
2,20 Meq/l
1,2 –2,1 mg%
20 – 40 mg%
15 – 25 mg%
5 – 25 mg%
2,33 – 4,59 Meq/l
117 – 137 Meq/l
0,07 – 2,8 mg%
1 – 5 limfosit/mm3


26
Nilai Laboratorium

HB
Pria
Wanita
Leukosit
Basofil
Eosinofil
Neutrofil
Limfosit
Monosit
Trombosit
HEMATOKRIT
Pria
Wanita
LED, WINTROP
Pria
Wanita
WESTERGEN
Pria
Wanita
ERITROSIT
Pria
Wanita
MASA PERDARAHAN
Duke
Ivy
RETRAKSI BEKUAN
Serum
Sifat

13 – 16 gr / dL
12 - 14 gr / dL
5000 - 10000 uL
0 – 1
1 - 3
batang 2 – 6, segmen 50 – 70
20 – 40
2 - 8
150000 – 400000 ui

40 – 48 %
37 – 43 %

<> 
<> 

<> 
<> 

4,5 – 5,5 juta/ ul
4 – 5 juta / ul


1 - 3’
1 – 6 ‘


40 – 60 %
kenyal / rapuh

MASA PEMBEKUAN
Lee, White
Kapiler
FIBRINOGEN
MASA TROMBIN
MASA PROTOMBIN
TROMBO TEST
SGOT
SGPT
LDH
CKMB
TRIGLISERIDA
KOLESTEROL TOTAL
HDL
Pria
Wanita

10 – 15 ‘
2 – 6 ‘
20 – 400 mg/mL
0- 60 ‘
> 25”
70 – 100 %
<> 
<> 
80 –240 U/I
<> 
40 – 155 mg/ dL
150 – 250 mg / dL
35 – 55 mg / dL

46 – 65 mg / dL
1,0 – 2,5 mg/ dL



MAGNESIUM
NATRIUM DARAH
NATRIUM URIN
KALIUM DARAH
KLORIDA DARAH
KLORIDA URIN
FE
PROTEIN TOTAL
ALBUMIN
GLUKOSA DARAH
AMILASE DARAH
AMILASE URIN
ASAM URAT DARAH
ASAM URAT URIN
KALSIUM DARAH
KALSIUM URIN
UREUM DARAH
UREUM URIN
KREATININ DARAH
KREATININ URIN
BILIRUBIN
Direk
Indirek
Total
PROTEIN TOTAL
ALBUMIN
GLOBULIN
AGD
HCO3
PCO2
PH
PO2
135 – 174 mg/ l
130 – 220 Meq / 24 jam
3,5 – 5,5 Meq / l
100 – 106 Meq / l
120 – 250 Meq / l
80 – 140 ug / dL
6,0 – 7,8 g / dL

45 – 67 %
60 – 100 mg / dL
80 – 150 S.somogi
80 – 125 S.somogi
3,0 – 6,0 mg / dL
100 – 1000 mg / 24 jam
9 –11 mg / dL
30 – 150 mg / 24 jam
20 – 40 mg / dL
20 – 35 g / 24 jam
0,5 – 1,5 md / dL
1 – 2 g 24 jam

<> 
<> 

0,3 – 1,0 mg /dL
6 – 7 mg / dL
4 – 5,2 g / dL
1,3 – 2,7 g / dL
21 – 28 mmol / L
4,7 – 5,9 KPA (35 – 45 mmHg)
7,38 – 7,4
11 – 13 KPA (80-100 mmHg

27
Efek Syaraf Otonom

Organ
Parasimpatis
Simpatis
Iris

Otot siliari


Lakrimalis
Saliva

Nafas/ broncus


Jantung
Frekuensi Denyut
Output + TD
Pemb. Darah koroner
Pemb. Darah
Perifer
Otot skeletal
Kulit
Org. visceral kecepatan Jantung + paru
Kontraksi spinter otot pupil
Kontraksi, akomodasi
penglihatan jarak dekat
Sekresi
Sekresi banyak encer
kontraksi otot polos,
Berkurangnya diameter dan volume berkurang
Kurang
Kurang
Kurang
Konstriksi


Inversi (-)

Inversi (-)

Dilatasi
Kontraksi otot pupil, dilatasi
Relaksasi akomodasi
penglihatan jarak jauh

Sekresi berlebih
Sekresi banyak mukosa
Relaksasi otot polos
Diameter dan volume bertambah
Tambah
Tambah
Tambah
Dilatasi


Dilatasi

Kontriksi

Kontriksi

Organ
Parasimpatis
Simpatis
Lambung
Dinding
Spincter
Kel.intestinal
Dinding
Spincter
Pankreas


Limfa, Adrenal
Kandung kemih

Uterus

Kel. Keringat
Ginjal
Motilitas (+)
Relaksasi
Sekresi (+)
Motilitas (+)
Terhambat
Sekresi (+)
Efek sedikit


Efek sedikit

Menstimulasi dinding, relaksasi spincter
Efek sedikit

Inversi (-)
tidak berefek
(-)
Kontraksi
(-)
(-)
Terangsang
(-)
kontraksi & pengosongan darah yg disimpan ke dlm sirkulasi
sekresi norefinefrin/efinefrin

menghambat kontraksi


menghambat motilitas organ yg hamil
sekresi (+)
output

28
Tumbuh Kembang

Umur
Pertumbuhan
BB
TB
Lingkar kepala
0 – 6 bulan
6 – 12 bulan
1 – 4 tahun
0 – 6 bulan
6 – 12 bulan
1 – 7 tahun
tahun 1
tahun 2
3 – 5 tahun
750 – 1000 gr / bln
300 – 500 gr / bln
150 gr / bln
2,5 cm / bln
1,25 cm / bln
7,5 cm / bln
10 cm
2,5 cm
1,25 cm / thn
29
Dosis Obat Anak Menurut BB dan Usia

Usia
BB (kg)
Dosis (%)
Neonatus
1 bulan
3 bulan
6 bulan
1 tahun
3 tahun
5 tahun
7 tahun
12 tahun
3,4
4,2
5,6
7,7
10
14
18
23
37
<> 
<14,5
18
22
25
33
40
50
75
 30
Keadaan Tubuh Normal
Respirasi

Usia
Rate
Bayi
Anak
Remaja
Dewasa
30 – 60 x / mnt
30 – 40 x / mnt
16 -20 x / mnt
12 - 16 x / mnt
 31
Keadaan Tubuh Normal
Denyut Nadi

Usia
Rate
Keterangan
Baru lahir – 1 bulan
0 bulan – 12 bulan
12 bulan – 2 tahun
1 tahun – 6 tahun
6 tahun – 12 tahun
Remaja/dewasa
120 – 160
80 – 140
80 – 130
75 – 120
75 – 120
60 – 100
Komponen yg harus dilaporkan pd pemeriksaan nadi : Frekuensi, Irama/ teratur atau tidak, Isinya
Kenaikan Suhu 0,6 C akan menaikkan nadi 7-10 kali
Tempat palpasi denyut nadi :
A.Radialis
A. Brachialis
A. Femoralis
A. Poplitea
A. Dorsalis pedis
A. carotis
A. Temporalis

SUHU TUBUH NORMAL BERKISAR ANTARA 36, 5–37,1, SETIAP KENAIKAN 1 F ( 2,6 C ) MEMERLUKAN HIDRASI ( CAIRAN ) SEBANYAK 5-10 CC/KGBB/HARI
 32
Keadaan Tubuh Normal
Tekanan darah

Usia
Rate
Baru lahir
1 bulan
1 tahun
6 tahun
10-13 tahun
14-17 tahun
18 tahun
44 – 65 tahun
40        mmHg
85/54   mmHg
96/65   mmHg
105/65 mmHg
110/65 mmHg
120/80 mmHg
120/80 mmHg
130/80 mmHg

 33
JVC : kurang lebih 2 cm
CVP : atrium 0-4 CM H2O, Vena cava 4 – 11 CM
Urin : 1-1,5 mL/kg/BB/jam
Bising usus : 4-12 x/mnt
TIO : 15-20 mmH2O
 34
Kapasitas Urine Dalam Bladder
Dewasa : > 250-400 mL
Anak : > 50 –200 mL
Keinginan berkemih pada dewasa bila bladder sudah penuh > 250 cc dan anak2 > 50 cc
 35
Pemberian Infuse Pada Neonatus
Rumus : jumlah cairan  =  kebutuhan cairan X BB
Kebutuhan cairan :
NaCl 3 %         = 2-4 Meq/kg BB
KCL 3,75 %    = 1-3 Meq/kg BB
BicNat 7,5 %   = 2-4 Meq/kg BB
Dextrose jumlah selebihnya
Sediaan
NaCl    = 1 Meq  = 2 cc
KCL    = 1 Meq  = 2cc
Bicnat  =1 Meq   = 1cc
 36
Pemberian Imunisasi Dasar
Menurut Umur

Vaksin
Umur
HB O
BCG
Polio 1
DPT/ HB 1
Polio 2
DPT/ HB 2
Polio 3
DPT/ HB 3
Polio 4
Campak
0-7 hari
0-2 Bulan
0-1 Bulan
2-3 Bulan
2-3 Bulan
3-4 Bulan
3-4 Bulan
4-5 Bulan
4-5 Bulan
9 Bulan
 37
Pemberian Oralit Setiap Kali Mencret/ Muntah

Usia
Oralit
< style="">
1-5 th
> 5 th
dewasa
50 – 100 cc
100-200 cc
200-300 cc
300-400 cc

 38
Klasifikasi Dehidrasi Menurut
Maurice Kings Score

Tingkat
Ringan 5%
Sedang 8 %
Berat > 10 %
Score
1
2
3
KU
Turgor
Mata
Nafas
Mulut
Nadi
Sehat
Normal
Normal
20 – 30
Normal
Kuat > 120
gelisah/apatis
Turun
Cekung
30 – 40
Kering
120 - 140
ngigau,koma,syok
Sangat turun
Sangat cekung
40 – 60
kering biru
>140
Total
6
7 - 13
> 13
 39
Rehidrasi Untuk Bayi Diare

Rumus = BB X ( D+ M + C ) cc

D = Dehidrasi
 Dehidrasi ringan =50 ccq
 Dehidrasi sedang = 80 ccq
 Dehidrasi berat = 100 ccq
M = Maintenance
 Neonatus = 140 – 120 ccq
 0-1 th = 100 – 90 ccq
 2-4 thq = 90 – 80 cc
 4-8 th = 80 – 70 ccq
 8-12 th = 70 – 60 ccq
q > 12 th = 60 – 50 cc
C = Concomitter, Loss
 Muntah = 25 ccq
 Berak = 25 ccq
 Muntahq & berak = 30
 40
Kebutuhan Kalori Menurut FAO/ WHO

Umur
Kalori
<> 
1-3
4-6
7-9
LAKI -LAKI
10-12
13-15
16-19
20-39
40-49
50-59
60-69
>70
WANITA
10-12
13-15
16-19
20-39
40-49
50-59
60-69
>70
1090
1360
1830
2190

2600
0.97 M X A
1.02 M X A
1.00 M X A
0,95 M X A
0.90 M X A
0.80 M X A
0.70 M X A

2350
1.13 F X A
1.05 F X A
1.00 F X A
0.95 F X A
0.90 F X A
0.80 F X A
0.70 F X A

 41
Keterangan :
M    = berat badan x 46 kalori
F     = berat badan x 40 kalori
A    = indeks aktivitas
Ringan = 0.90
Sedang = 1.0
Aktif    = 1.17
 42
Kebutuhan Cairan Menurut PIERCE

Derajat dehidrasi
Keb. Cairan tiap kg BB
Ringan
Sedang
Berat
5%
8%
10%
 43
Tekanan Darah dan Rekomendasi yang dianjurkan

Kategori
Sistol
Diastol
Rekomendasi
Normal
Perbatasan
Hipertensi I


Hipertensi II
Hipertensi III
<> 
130–139
140–159


160–179
> 180
<> 
85 – 89
90 – 99


100–109
>110
Cek ulang 2 th
Cek ulang dalam 1th
Konfirmasi 1 atau 2 bln dan rubah gaya hidup
Rujuk dalam 1 bulan
Rujuk segera dlm 1 mgg berdasarkan kondisi klinis
 44
Patokan Untuk Diagnosa DM

Kadar
Bukan DM
Blm pasti
DM
Glukosa darah sewaktu
Plasma vena
Darah kapiler
Glukosa darah puasa
Plasma vena
Darah kapiler


<> 
<> 

<> 
<> 


110 – 199
  90 – 199

110 – 126
  90 – 109


> 220
> 200

> 126
> 110

 45
Kebutuhan Cairan Menurut PIERCE

Derajat dehidrasi
Keb. Cairan tiap kg BB
Ringan
Sedang
Berat
5%
8%
10%

Klinis
Nilai
Haus / muntah.
TD sistol 60-90 mmHg
TD sistol < style="">
Nadi > 120 x / mnt
Kesadaran apatis
Somnolen, sopor / koma
Nafas > 30 x / mnt
Feseskolerika
Vox kolerika
Turgor kulit menurun
Feses air cucian beras
Ekstremitas dingin
Sianosis
Umur 50 – 50 th
Umur > 60 th
1
1
2
1
1
2
1
2
2
1
1
1
2
-1
-2
Kebutuhan cairan : nilai x 10 % x kg BB x 1 ltr
 46
Apgar Score
(dari dr.Virginia Apgar)
Menit pertama dan menit kelima kelahiran

Nol
1
2
1
Heart Rate/ HR
Tak ada
< 100 x/ mnt
> 100 x/ mnt
2
Usaha bernafas
Tak ada
Lemah dan tidak teratur
Menangis, atau upaya kuat
3
Tonus otot
flacid
Fleksi lemah pada lengan/ tungkai
Gerakan –gerakan aktif
4
Respons pada rangsangan (waktu lendir diisap)
Tak ada
Menangis
Menangis kuat
5
Warna kulit
Biru atau pucat
Badan pink tetapi ekstremitas biru
Seluruh tubuh plink

Penilaian : terbaik bila didapat skor = 10
Menit pertama : Apgar Skor (A.S) 7 berarti ada depresi susunan syaraf, A.S = 4 depresi syaraf berat. Perlu tindakan resusitasi
Menit ke lima: A.S. = 8 dianggap baik

 47
Pemeriksaan Gynaecologik pada wanita hamil ( Tinggi fundus uteri)

No
Umur Kehamilan
Tinggi Fundus uteri
1
12 minggu
Mulai teraba di supra symphisis
2
16 minggu
Setinggi pertengahan symphisis – umbilicius, ballottement positif (bimanual)
3
20 minggu
Setinggi umbilikus, B.J.J. bisa didengar
4
24 – 26 minggu
Bentuk uterus menjadi lonjong bagian-bagian foetus dapat diraba
5
28 minggu
Setinggi pertengahan antara umbilikus dengan proc.xypodeus
6
34 minggu
Fundus uteri setinggi proc.xypodeus
7
40 minggu
Fundus uteri agak turun karena foetus mulai masuk rongga panggul
 48
Kelainan-kelainan yang bisa nampak pada pemeriksaan kulit

No
Kelainan
Keterangan
1
Macula
Bercak berwarna kemerahan , permukaan kulit datar, kurang dari 1 cm ( pada morbili, campak)
2
Erytema
Bercak kemerahan yg ukurannnya lebih besar ( misalnya erisipelas)
3
Papulla
Lesi kulit yg menonjol lebih tinggi dari sekitarnya (misalnya kaligata, gigitan nyamuk)
4
Vesikula
Tonjolan kecil (kurang dari 1 cm) berisi cairan jernih (misalnya cacar, herpes simplek). Bila tonjolannya besar disebut Bulla (misalnya pada luka bakar, Scarlet Fever.
5
Pustula
Tonjolan berisi cairan nanah 9 misalnya : Impetigo, Jerawat, Infeksi Kuman, Stafilokokus ( bisul-bisul)
6
Ulcus
Suatu lesi kulit terbuka yang diakibatkan pecahnya vesikula atau pustula
7
Crusta
Cairan tubuh yangmengering, bisa dari serum, nanah, darah dan sebagainya
8
Excoriasi
Pengelupasan epidermis pada luka lecet/ abrasi
9
Fisura
Retak, atau pecahnya jaringan kulit sehingga terbentuk celah retakan. Hal ini diakibatkan penurunan elastisitas jaringan kulit
10
Cicatrik
Pembentukan jaringan kulit sesudah penyembuhan luka. Hal ini bisa karena bakat

 49

11
Ptechiae
Bercak perdarahan yang terbatas, dan terletak di epidermis kulit, berukuran kurang dari 1 meter
12
Hematoma
Perdarahan dibawah kulit yang umumnya berukuran lebih besar dan berwarna merah, biru ungu sampai biru
13
Naevus pigmentosus
Andeng-andeng/ tahi lalat. Hiperpigmentasi pada suatu daerah kulit dengan batas tegas
14
Hiperpigmentasi
 suatu daerah di kulit yang lebih tua warnanya dari pada kulit sekitarnya
15
Vitiligo/Hipopigmentasi
Daerah kulit yang tidak berpigmen/kurang pigmen dari pada kulit sekitarnya , misalnya : bekas luka bakar , tampak lebih putih
16
Tatoo
Hiperpigmentasi buatan dengan memasukan zat warna dengan tusuk-tusukan jarum

17
Hemangioma
Suatu bercak kemerahan akibat pelebaran pembuluh-pembuluh darah setempat yang biasanaya congenital
18
Spider naevi
Suatu pelebaran pembuluh-pembuluh darah arteriola di kulit yang khas bentuk dan arah aliran darahnya ( keluar)
19
Lichenifikasi
Penebalan epidermis dan kekakuan kulit . hal ini bisa terjadi akibat garukan-garukan yang kronik atau tertekan terus-menerus
20
Striae
Suatu garis-garis putih yang bisa kita temui pada kulit perut wanita hamil , kult orang-orang yang sangat gemuk , ( daerah gluteal , lipat bahu , ketiak , ini karena rengangan kulit yang melebihi elastisitasnya .)
21
Mongolian spot
Suatu bercak kebiruan yang sering didapat di daerah gluteal-lumbal bayi-bayi dari ras : oriental , indian , amerika , dan negro
22
Uremic forst
= bedak ureum . salju ureum di kulit merupakan kristal halus ureum yang terjadi akibat menguapnya keringat pasien-pasien uremia sehingga di kulit tertinggal ”bedak” ureum
23
Anemik = pucat
Bisa dilihat pada telapak tangan , mukosa bibir , conjunctiva palpebra , warna dasar kuku karena kurangnya kadar haemoglobin (Hb).
24
Cyanosis
Tampak kulit berwarna kebiruan akibat jumlah Reduced Hb melebihi kadar 5g % , akibat kegagalan transpor oksigen atau menumpuknya CO2 di jaringan  
25
Icterus
Warna kuning-kuning yang tampak pada kulit




Tidak ada komentar:

Posting Komentar